NYK: Sejarah Pyrography

SED.jpgPyrography atau kita sebut juga woodburn adalah seni melukis kayu atau kulit dengan ‘membakarkan’ desain pada permukaan material menggunakan ‘pena’ api yang dipanaskan. Pyrography diambil dari bahasa Yunani yaitu pur (api) dan graphos (menulis) yang berarti menulis dengan api.

Robert Boyer, seorang pyrographer, menduga bahwa pyrography merupakan seni yang berasal dari masa prasejarah karena pada masa itu menggambar adalah salah satu cara untuk bercerita dan berkomunikasi. Kala itu manusia purba menggambar bentuk, pola dan desain menggunakan sisa-sisa pembakaran pada dinding. Kemudian manusia berkembang mulai menggunakan batu, lalu logam untuk mengikis kayu hangus. Dengan munculnya logam, maka diproduksilah alat-alat pyrography. Hasilnya lebih banyak artefak permanen yang telah dibuat manusia pada media kulit, kayu, dan tulang dengan menggunakan logam yang dipanaskan langsung dari api.

Seni melukis ini telah dipraktekkan oleh berbagai suku budaya termasuk orang-orang Mesir dan beberapa suku di Afrika. Pyrography adalah seni rakyat tradisional diberbagai belahan Eropa termasuk Romania, Hungaria, serta beberapa daerah di Amerika Selatan. Pada masa Dinasti Han di Tiongkok, pyrography dikenal sebagai sulaman jarum api.

Stay Positive! Cheers 😉
==================
Better journal for better life

Sumber: wikipedia, The pyrographytool

Hibrkraft Indonesia
IG: @hibrkraft
WP: hibrkraft.wordpress.com

Note: This is a scheduled content
==================

Iklan

3 pemikiran pada “NYK: Sejarah Pyrography

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s