Dormammu! I’ve Come to Bargain! :D

Sudah nonton Dr. Strange? Keren loh 😀

Di film itu, ada adegan ketika Dr. Strange yang diperankan oleh Bennedict Cumberbatch bernegosiasi dengan Dormammu dan membuat “time loop” di dimensinya si Dormammu. Dr. Strange membekukan waktu dengan membuat milestone pada kedatangannya dan setiap kali dia dikalahkan oleh Dormammu, Dr. Strange mengulangi milestone tersebut. Hal itu dilakukannya terus menerus sampai akhirnya Dormammu menyerah dan bersedia bernegosiasi.

Apasih time loop itu? Intinya, time loop adalah paradoks waktu dimana dilakukan perulangan dalam jumlah yang tidak ditentukan pada satu kurun waktu tertentu, “kembali ke masa lampau berkali-kali”.

Time loop, secara nyata tidak pernah kita temukan. Time loop hingga saat ini hanya merupakan teori yang diciptakan. Tapi kita bisa membuat timeloop kita sendiri loh… Dengan mencatatnya di Jurnal 😉

Sampai beberapa hari kedepan, kita akan membahas tentang hal-hal yang berkaitan dengan waktu ya 🙂

=========
“Better journal for better life”
Salah satu cara untuk mengulang waktu adalah dengan menuliskannya di jurnal loh 😀

Stay positive! Cheers!
=========
Dirangkum dari berbagai sumber.
Sumber gambar: https://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/0/0a/Benedict_Cumberbatch_as_Doctor_Strange.jpg

IG: instagram.com/hibrkraft
WP: hibrkraft.wordpress.com

*this is a scheduled content*

View on Path

Photo Session, Oktober 2016

Sesi foto kali ini menjadikan salah satu kartininya Hibrkraft Journal sebagai model. Konsep yang kita ambil sebenarnya mencoba untuk menampilkan Hibrkraft sebagai teman. Dengan latar lokasi Taman Ekspresi di Bogor, sesi foto ini berlangsung cukup singkat dikarenakan tidak kondusifnya situasi di lapangan: banyak pengamen yang datang 10 menit sekali.

Anyway, tempat ini masih merupakan salah satu tempat ngumpul yang asik untuk berbagai komunitas di Bogor. Saat kami datang, kami menemui beberapa kelompok sketcher (yang sayangnya kami tidak sempat ajak ngobrol karena terburu buru pergi)..

Berbagi Cerita: Hibrkraft dalam E-commerce

Berbagi Cerita: Hibrkraft dalam E-commerce

E-commerce atau yang kita kenal dengan sistem perdagangan elektronik adalah perdagangan yang penyebaran infromasi, pembelian, penjualan, pemasaran dilakukan dengan memanfaatkan sistem elektronik seperti internet, televisi atau jaringan lainnya. Bentuk perdagangan elektronik yang paling ditemui jaman sekarang adalah toko online.

Hibrkraft masih mengandalkan perdagangan elektronik melalui jaringan internet. Saat ini, galeri Hibrkraft sudah tersedia di berbagai market place seperti bukalapak, tokopedia, dan qlapa. Dengan adanya market place tersebut tentu saja memberikan keuntungan pada perusahaan, penyedia layanan, dan juga kepada konsumen.

942121_537597362969764_1876520610_n
Hibrkraft: Varus Cohortum

Keuntungan berdagang online diantaranya memungkinkan terbukanya pasar yang lebih luas, tidak perlu membuka banyak cabang distribusi, mengurangi biaya operasional pegawai, dan harga barang bisa lebih rendah daripada harga di toko.

Berdagang online juga menguntungkan untuk konsumen karena konsumen tidak perlu mendatangi toko dan bisa memilih, memesan, lalu menunggu barang sampai dirumah. Hemat biaya, hemat waktu. Konsumen juga dapat membandingkan produk dari A-Z baik produk lokal maupun impor. Semua mudah dan murah.

Selama tiga tahun menggeluti dunia perdagangan online, tentu saja banyak kesan dan pengalaman yang dirasakan oleh tim hibrkraft. Baik suka maupun duka. Terlebih lagi mengenai hubungan dengan konsumen.

Ada beberapa keuntungan yang dirasakan tim selama menjalankan bisnis perdagangan online seperti yang dikatakan oleh Anwar, “Jualan online itu gak ribet. Customer tanya harga, order, tanya harga, order lagi, Tanya lagi.. dan tau-tau order 5pcs.”

Fahmi menambahkan, “Kalau customer udah tau produknya, tinggal kasih form order dan nomer rekening. Semua beres. Pesenan lancar.”

Karena berdagang online ini kebanyakan dilakukan melalu instant messaging, semua komunikasi dengan konsumen dilakukan dengan bertukar teks. Hal itu tentu saja memudahkan, tapi dalam beberapa kasus, tentu saja tim Hibrkraft juga mengalami kesulitan. Apalagi dalam menghadapi konsumen, tim harus selalu berhati-hati dan siap siaga. Semakin banyak menghadapi konsumen, semakin terbiasa untuk menjawab berbagai pertanyaan yang unik.

Danang mengungkapkan, “Sedihnya adalah kalau banyak customer minta potongan harga dan minta tambahan macam-macam padahal belinya tidak seberapa L. Dan handphone sekarang suka eror kalo buka line@. Jadi mau bales customer harus sabar dulu. haha tapi Alhamdulillah berarti customernya makin banyak.”

Sistem berdagang online juga ada naik dan turunnya. Tidak pasti selalu naik. Langkah-langkah pemasaran  melalui media sosial sudah pasti turut membantu terciptanya pesanan sehingga hibrkraft tetap tumbuh dan berkelanjutan.

Hibrkraft akan selalu memberikan jurnal terbaik sesuai kebutuhan anda.

Jangan lupa, kunjungi galeri hibrkraft untuk dapatkan info mengenai produk terbaru 🙂

Berbagi Cerita: Kenapa saya menulis? (Dari sudut pandang Owner Hibrkraft)

Berbagi Cerita: Kenapa saya menulis? (Dari sudut pandang Owner Hibrkraft)

Saya pribadi (anwar), menulis sejak kecil, sejak SD, saya melakukan kegiatan journalling. Menulis merupakan bagian tak terpisahkan dari hari-hari hidup saya. Saya senang menulis, meskipun sebagai laki-laki rasanya kegiatan itu agak dipandang sebelah mata.

Saya agak heran, “memang kenapa kalau laki-laki menulis?”. Yes. I keep a journal everywhere. Sejak kecil. Journalling buat saya bukan berarti hanya menuliskan kegalauan dan curhat ini itu. Tulisan yang saya tulis beragam. Lebih kepada “hal menarik apa yang saya dapat hari itu”. Rasanya sudah beberapa belas buku ctatan yang saya miliki sejak kecil. Saya suka berimajinasi, saya suka menulis, saya suka mengapresiasikan diri saya sendiri dalam bentuk literasi maupun gambar.

Buku catatan pertama saya adalah hadiah dari lomba menulis “Andai aku punya sayap” dari sebuah restoran cepat saji. Di buku tersebut saya menggambar berbargai desain ala kadarnya ala anak SD, desain pesawat, kapal selam, maupun robot untuk menghancurkan kota. Pesawat tempur rancangan saya di buku itu saya beri nama Fooland, hehe.

Berikutnya saya memanfaatkan agenda kerja dari orangtua saya untuk kembali saya tulisi. Di buku itu saya mencoba menulis novel, membuat abjad sendiri dan bahkan bahasa sendiri. Ya. Anda tidak salah baca. Saya melakukannya sejak SD.

Di SMP, saya memiliki binder untuk menuangkan ide dan imajinasi saya. Sayang binder tersebut hilang sehingga saya tidak punya jejak rekam masa SMP saya.

Berlanjut ke SMA, saya menabung untuk membeli agenda kerja dengan label ERICA 007, saya ingat sekali. Desainnya elegan, saya suka. Saya sampai 3 kali membeli buku catatan dengan merk yang sama semasa SMA.

Di penguhujung masa SMA, saya ditantang oleh seorang teman untuk membuat sebuah buku. “Mari kembangkan hobi”, judulnya. Kebetulan tembus. Royalti dari buku tsb saya pakai untuk membeli Agenda Kerja Klasik di toko buku ternama. Itu adalah terakhir kalinya saya membeli agenda/buku catatan di toko buku, karena ya, berikutnya saya mulai membuat buku catatan saya sendiri.

Jurnal buatan sendiri pertama saya dibuat dengan kertas HVS dan bersampulkan kalender bekas. Sama sekali jauh dari kata sempurna. Jahitannya banyak yang lepas dan desainnya masih “kacangan”. Saya tidak berani menjualnya. Saya gunakan sendiri dan hingga hancurnya jurnal tsb, masih saya gunakan.

Dengan bermodalkan bahan sisa yang ada, saya membuat jurnal lagi. Masih menggunakan sisa kalender, saya membuat jurnal yang agak bagus. Saya mencoba menjual jurnal tersebut dan menawarkannya ke teman-teman, semua teman, yang bisa saya temui. Sayang, tanggapannya kurang bagus. Sebagian besar dari mereka menertawakan karya yang saya buat. Jurnal pertama hibrkraft, dibeli oleh Eranthy Firdaus (teman SMA) pada hari yang sama dengan ulangtahun teman saya yang lain, itupun saya harus setengah mengemis untuk mendapatkan nominal yang akhirnya habis untuk beli bensin dan parkir. Terus terang, saya patah semangat, dan tidak membuat apa-apa selama beberapa bulan.

Ibu saya lah, yang kembali menyemangati saya untuk berkarya. Saya membuat jurnal lagi, masih dengan bahan sisa yang tadi, dan kemudian saya foto dan perlihatkan ke Ibu. “Coba pasarin, yang mahal, itu karya seni”.

Benar kata orang, doa orangtua memang cepat dikabulkan. Tidak sampai beberapa jam saya menjadikan foto jurnal hibrkraft sebagai Display Picture, pesanan berdatangan. Saya kembali semangat. Hasil penjualan saya kumpulkan untuk membuat jurnal yang lebih baik, memberi peralatan yang lebih layak, dan seterusnya sampai sekarang ini.

 

Berbagi Cerita: Kenapa Saya Menulis?

Berbagi Cerita: Kenapa Saya Menulis?

Menulis menjadi salah satu hal yang biasa dan bisa dilakukan semua orang. Ada orang yang lebih suka berbicara ketimbang menulis, ada juga juga yang lebih suka menulis daripada berbicara. Hari ini, saya mau berbagi cerita….

Kenapa saya menulis?

Karena menulis adalah satu cara saya untuk menuangkan ide, isi pikiran, dan sebatas mencari kesenangan. Saya bisa lebih jujur dan terbuka di dalam tulisan saya. Semua perasaan dan isi pikiran saya tertuang dalam miniblog pribadi. Tulisan saya memang banyak curhatnya. Setiap orang pasti butuh tempat untuk mengekspresikan diri. Nah buat saya, menulis adalah satu cara saya mengekspresikan diri.

Menulis sejak kecil

Mencatat pelajaran di sekolah sudah jadi hal biasa yang pasti pernah dirasakan oleh semua orang. Jadi, kalau ditanya sejak kapan mulai menulis, ya sejak SD. Mencatat pelajaran dan menulis diary. Khusus untuk yang cewek, coba cek deh waktu masih  kecil pasti punya kan buku diary bergambar lucu yang ada gemboknya. Hehe Karena masih SD, isinya cuma seputar kehidupan sehari-hari dan teman-teman SD.  Mulai sekolah menengah, mulai tertarik menulis fiksi. Ada puluhan buku tulis yang masih saya simpan sampai hari ini dan belum ada niat untuk dibuang. Buku-buku itu berisi imajinasi saya selama masa sekolah dan kadang saya masih iseng lirik-lirik untuk dibaca. Saya menulis karena ingin dan terbiasa. Karena teknologi yang semakin maju, saya mulai beralih menulis di dalam blog.

Menulis untuk kesenangan pribadi

Biasanya saya menulis mengenai berbagai pengalaman saya baik yang menyenangkan maupun kurang menyenangkan. Tapi, kalau tidak menyenangkan, biasanya saya simpan sendiri saja. he Tujuan saya menulis tentu saja supaya saya tidak lupa dengan peristiwa yang saya alami, kemana saja kaki saya pernah melangkah, apa saya yang saya lakukan hari itu, dan siapa saja orang yang bersama saya saat itu. Cukup menyenangkan. Setelah bertahun-tahun lamanya, ketika membuka jurnal lama  maka saya akan teringat moment-moment yang saya tulis dulu. Ada rasa kesenangan sendiri setelah berhasil menulis ratusan kata, menempel foto, dan menggambar asal di dalam jurnal pribadi.

 

jurnal
Jurnal saya

Saya masih sering menulis di jurnal. Meskipun tidak sesering dulu, setidaknya seminggu satu kali saya pasti menulis panjang. Sejelek apapun hasil tulisan saya, saya belum mau untuk berhenti menulis tangan. Soalnya, menulis dengan tangan lebih membuat otak saya aktif. Kalau menulis untuk miniblog, masih bisa saya lakukan kapan saja dengan aplikasi memo di handphone. Memang sih kayaknya lebih praktis menulis di handphone, tapi jujur saja saya masih suka menulis diatas kertas. Saya bisa melihat dan membaca kembali tulisan tangan saya dimasa sekolah dasar, menengah, hingga SMA. Lebih greget, beda rasanya.

 

-K

Berbagi Cerita: Hibrkraft sebagai Mas Kawin

Berbagi Cerita: Hibrkraft sebagai Mas Kawin

Belum lama ini, Hibrkraft mendapat custom order sebagai berikut:

Jurnal Statu Variabilis yang diprint sebanyak 232 halaman dengan materi dari customer

Di bayangan kami pada awalnya, customer tersebut ingin membuat sebuah agenda dengan desain isi dari dirinya sendiri. Kami pun berpikir, “oke, mudah kok” dan mengiyakannya pesanannya.

Dalam masa pemesanan, kami tidak menyangka bahwa materi yang diberikan bukanlah sebuah pesanan biasa. Kami kira hanya buku bergaris biasa atau seperti pesanan custom seperti sebelum-sebelumnya.

mas kawin
Statu Variabilis

Ternyata materi yang di berikan customer adalah novel yang ditulis pribadi dan akan dijadikan sebagai mas kawin. Bisa dibayangkan reaksi kami seperti apa sewaktu mengetahui hal tersebut.

Tentu saja kaget, merasa tertantang, dan tersanjung :’)

Dalam proses pembuatan, tentu saja sekilas-sekilas kami ikut membaca isinya hehehe Luar biasa isinya :’)

mas kawin5
Sekilas isi

Tim Hibrkraft mengerjakan plotting di coffe combi. Kami mengusahakan agar hasilnya memuaskan dan sesuai dengan permintaan customer. Berulang kali uji coba dan putar otak hingga salah satu team harus begadang sampai pagi mengejar deadline.

Jujur saja, ini adalah pertama kali kami mendapat pesanan seperti ini. Jadi, kami berusaha sebaik dan semaksimal mungkin untuk mengerjakannya. Tidak apa harus begadang dan mengurangi jatah tidur, kami tidak boleh gagal. Ini akan menjadi salah satu pengalaman yang tidak akan terlupakan.

mas kawin3
Sekilas Isi

Pengerjaan terus dilakukan hingga H-2 menjelang upacara pernikahan dan voila…. Statu Variabilis sudah sempurna siap diberikan kepada yang terkasih :’)

Terharu rasanya apa yang kami buat bisa menjadi salah satu bagian terpenting dalam hidup seseorang. Meskipun kecil dan tidak banyak, tapi rasanya tetap mengharukan. Satu tahun, dua tahun dan bertahun-tahun mendatang semoga buku tersebut bisa menjadi kenang-kenangan yang bisa diteruskan kepada anak cucu. Dan mudah-mudahan buku tersebut akan memberikan senyuman kepada pasangan terkasih hingga bertahun-tahun mendatang 🙂

mas kawin6
Mas Rheza dan pasangan bersama Statu Variabilis

Terimakasih telah mempercayai Hibrkraft Handmade Journal 🙂

 

Jika tertarik untuk melihat jenis-jenis jurnal buatan kami, sila kunjungi kami di Instagram 🙂