NYK: Gaya berbusana jaman kerajaan

Pakaian adalah salah satu dari 3 kebutuhan utama manusia. Pakaian bisa menunjukkan kepribadian dan jati diri pemakainya. Pada jaman kerajaan,  strata manusia terlihat dari pakaian yang digunakannya. Orang yang memiliki status sosial tinggi biasanya mengenakan pakaian dan aksesoris yang lebih megah untuk menegaskan status mereka. Pada daerah tertentu, pakaian merupakan barang mewah tapi mereka tetap menggunakan sedikit pakaian. Orang yang berkasta tinggi akan menggunakan lebih bnayak pakaian. Pakaian juga bisa menunjukkan kekuasaan.

Yuk lihat contoh gaya berbusana di beberapa kerajaan di dunia:

King and Queen of Shilla

Busana King and Queen of Shilla (Korea)

Bangsa Etruria di Italia (Romawi)

Busana Etruria

Yunani

Jermanik

Busana Jermanik

NYK: Kerajaan pertama di Indonesia

Kerajaan Kutai (305 – 1605 M)  yang berada di hulu sungai Mahakam Kalimatan Timur diyakini sebagai kerajaan tertua di Indonesia. Hal itu diyakini oleh penemuan tujuh buah batu tulis ( Prasasti Yupa) yang ditulis dengan huruf Pallawa dan berbahasa Sansekerta yang diperkirakan berasal dari tahun 400 M. Tujuh Prasasti tersebut menjadi sumber informasi mengenai kerajaan Kutai. Tidak ada prasasti yang menyebutkan nama jelas kerajaan ini, namun para ahli memutuskan untuk mengambil nama dari tempat prasasti ditemukan.

Raja pertama Kerajaan Kutai adalah Kudungga, lalu dilajutkan dengan putranya yang bernama Aswawarman dan mencapai puncak kejayaan pada pemerintahan Mulawarman.Pada prasasti Yupa diceritakan bahwa Mulawarman adalah raja yang baik, kuat, kuasa serta dermawan. Kerajaan Kutai runtuh pada saat Raja Kutai yang bernama Maharaja Dharma Setia tewas dalam perang dengan Kerajaan Kutai Kartanegara. Kerajaan Kutai dan Kerajaan Kutai Kartanegara adalah dua kerajaan yang berbeda namun masih terletak di Sungai Mahakam. Hal itu menimbulkan friksi dan terjadilah peperangan yang mengakibatkan keruntuhan Kutai.

Ada beberapa sumber menyebutkan bahwa Kutai bukan kerajaan tertua di Indonesia. Tersebutlah Kerajaan Salakanagara. Berdasarkan Naskah Wangsakerta  – Pustaka Rajyarajya I Bhumi Nusantara, dijelaskan bahwa kerajaan Salakanagara berdiri pada tahun 130 M. Hal itu berarti jauh sebelum kerajaan Kutai yang berdiri pada abad ke-4.

Pendiri kerajaan Salakanagara adalah Dewawarman. Ia adalah seroang duta keliling, pedangang sekaligus perantau dari Pallawa, Bharata (India). Salakanagara beribukota di Rajatapura hingga tahun 362M dan menjadi pusat pemerintahan Raja. Pada tahaun 363M, Salakanagara berada dibawah kekuasaan Tarumanagara. Pendiri  Tarumanagara adalah Jayasingawarman yang merupakan menantu Raja Dewawarman VIII.

Namun, masih terjadi perdebatan apakah Naskah Wangsakerta ini asli atau palsu karena naskahnya terlalu bersifat sejarah tidak seperti naskah sejarah pada umumnya seperti babad, kidung, hikayat, tambo, dan carita.Selain itu juga ada dugaan bahwa penyusun naskah sudah membaca karya sarjana barat.

Berbagai sumber

NYK: Sejarah Monarki/Kerajaan

Kerajaan  atau Monarki adalah bentuk pemerintahan paling umum di dunia dari awal peradaban hingga abad ke-19.  Kerajaan  biasanya dipimpin oleh raja atau ratu. Kerajaan pertama didunia yang kita ketahui adalah di Mesir dan Bangsa Sumerian. Kedua Kerajaan tersebut diperkirakan ada sekitar tahun 3000 SM. Beberapa contoh tempat lainnya yang dipimpin oleh seorang Raja adalah Yunani pada 1600 – 1100SM, bangsa Etruria  di Italia Utara termasuk Roma pada tahun 700 – 500 SM, Tiongkok pada masa Periode Negara Berperang (430 – 221SM),  kerajaan abad pertengahan awal Eropa Barat seperti bangsa Visigoth, bangsa Vandal dan bangsa Franks, Afrika seperti Ethiopia dan Mali, dan kerajaan abad pertengahan (Kristen dan Islam) di Prancis, Inggris, dan Spanyol.  Banyak negara masih memiliki raja dan ratu hingga saat ini. Sejarah dunia membuktikan bahwa peradaban negara manapun dibentuk oleh kerajaan.

sejarah monarki.jpg

Pada abad pertengahan, meskipun pemimpin laki-laki masih banyak berkuasa tetapi ada juga pemimpin wanita. Wanita-wanita itu adalah pemimpin dan penguasa negara. Contohnya adalah Mesir yang dipimpin oleh  Cleopatra dan Byzantine Empire dipimpin oleh Irene. Ada juga wanita yang memimpin Prancis Selatan yaitu Eleanor, Kastil di Spanyol yaitu Isabelle, Pemimpin Kerajaan Kush di Afrika, Kaisar wanita Lu dan Wu Chao di Tiongkok.

Dinasti kerajaan telah mendominasi negara diseluruh dunia. Apapun sebutan pemimpinnya, kerajaan telah membentuk institusi, agama dan budaya pada periode pemerintahannya. Konsep dari kerajaan telah berlangsung dari masa prasejarah dan berkembang selama berabad-abad hingga saat ini. Usaha untuk menggulingkan kerajaan atau menyingkirkan kekuasaan kerajaan seperti Revolusi Amerika, Perancis, Tiongkok maupun Rusia adalah titik balik dalam sejarah dunia. Bahkan hingga saat ini banyak negara yang masih mempertahankan kerajaan mereka meskipun kekuatan politiknya sudah berkurang.

Pada abad ke 18, kekuasaan raja yang mutlak dianggap tidak sesuai dan banyak menimbulkan ketidakadilan. Revolusi Perancis memusnahkan kekuasaan raja yang mutlak di Prancis. Pecahnya Perang Dunia I juga meruntuhkan keluarga kerajaan di Rusia, Jerman, dan Austria-Hungaria. Dinasty Manchu di China jatuh pada tahun 1912. Kekaisaran Jepang ditinggalkan setelah Perang Dunia II.

Saat ini, ini bentuk pemerintahan kerajaan  itu tidak begitu lazim. Pemerintahan monarki berubah menjadi republic.  Saat ini ada 12 Kerajaan di Eropa yaitu Kerajaan Andora, Kerajaan Belgia, Kerajaan Denmark, Kerajaan Liechtenstein, Kerajaan Luxemburg, Kerajaan Monaco, Kerajaan Belanda, Kerajaan Norwegia, Kerajaan Spanyol, Kerajaan Swedia, Kerajaan Inggris Raya dan Irlandia Utara, serta Kerajaan Vatikan. Sebagian besar kerajaan di Eropa berbentuk Monarki Konstitusional dimana Raja tidak ikut campur dalam politik dan pemerintahannya.

Di Asia, negara yang masih menganut sistem monarki konstitusional diataranya adalah  Thailand, Jepang, Kamboja. Malaysia dan Uni Emirat Arab menganut sistem monarki konstitusional Federal.

Source: http://www.nobility-association.com/monarchyhistory.htm

NYK: Mengenal Monarki

Kata Monarki berasal dari bahasa Yunani yaitu monos (satu) dan archein (pemerintahan) yang berarti merujuk pada satu pemerintahan. Monarki juga bisa diartikan sebagai penguasa mutlak dalam suatu bangsa atau negara. Monarki juga dikenal sebagai Kerajaan. Monarki ini mendukung sistem kerajaan sebagai sebuah bentuk pemerintahan dalam suatu negara. Pada masa ini, penggunaan kata monarki biasanya merujuk pada sistem tradisional dimana kekuasaan diturunkan kepada keturunannya.

monarki.jpg

Monarki adalah sebuah bentuk pemerintahan dimana sebuah negara dipimpin oleh penguasa monarki. Penguasa Monarki itu adalah Raja, Ratu, Kaisar, Sultan, Paus, atau Khalifah. Penguasa monarki biasanya mewarisi tahta keturunan penguasa sebelumnya. Selain dari ketururan, penguasa monarki juga bisa dipilih melalui pemilihan. Namun pemilihannya tidak terlepas dari keluarga kerajaan atau aliran darah. Saat ini, gelar penguasa monarki pada beberapa negara tidak memiliki arti politik karena negara berubah menjadi republik, namun gelar akan tetap diwariskan.
Jenis Monarki adalah Monarki Mutlak dan Monarki Konstitusional. Pada Monarki Mutlak, seorang raja memiliki kuasa penuh pada negara dan pemerintahannya. Raja memiliki hak untuk membuat, mengubah, atau menyetujui undang-undang tanpa persetujuan dari legislatif maupun rakyatnya. Masa jabatan raja pada Monarki Mutlak ini belaku seumur hidup. Contoh negara yang menggunakan bentuk pemerintahan ini adalah Arab Saudi.
Pada sistem pemerintahan Monarki Konstitusional, Raja berperan sebagai kepala negara dan Perdana Menteri sebagai kepala pemerintahan. Raja sebagai kepala negara memiliki kekuasaan yang terbatas dan segala pemerintahan diurus oleh perdana menteri bersama legislatif. Monarki konstitusional bervariasi pada setiap negara.

==========
Source: http://www.gerbangilmu.com/2015/12/bentuk-pemerintahan-di-dunia-beserta.html

Perbedaan Woodburn dan Pyrography

Pyrography adalah seni melukis dengan pena api pada media kayu atau kulit, sedangkan engraving adalah mengukir desain pada permukaan yang datar dan keras. Engrave adalah alat ukir berbentuk pulpen yang bisa digunakan pada berbagai jenis media seperti kayu, logam, kulit, kaca, plastic, dan lainnya.

 

Perbedaan pyrography dan engraving dapat terlihat dari teknik pembuatan karya dan hasil akhirnya. Teknik pyrography tidak mengikis permukaan media, sedangkan teknik engraving itu mengikis permukaan media.

Terkait: sejarah pyrography

Stay Positive! Cheers 😉
==================
Better journal for better life

Sumber: wikipedia, The pyrographytool

Hibrkraft Indonesia
IG: @hibrkraft
WP: hibrkraft.wordpress.com

Note: This is a scheduled content
==================

NYK: Peralatan Woodburn/Pyrography

Dalam seni pyrography, alat yang digunakan untuk melukis pada media adalah pena api. Seni pyrography tradisional dapat dilakukan dengan menggunakan alat logam apapun yang dipanaskan. Dalam Pyrography modern, alat-alat pyrography dapat dibagi menjadi 3 kategori yaitu solid-point burners, wire-nib burners, dan laser cutters.

Solid-point burner s ini memiliki ujung kuningan padat yang dipanaskan dengan elemen listrik dan beroperasi pada suhu tetap. Wire-nib burners (pena kawat ini ujung penanya dipanaskan dengan aliran listrik dan suhunya bisa diatur. Laser cutters bisa diatur untuk menghanguskan material, bukan untuk memotong semuanya. Banyak laser cutters menyedikan berbagai software untuk memasukkan gambar dan memindahkannya pada lembaran kayu. Beberapa system laser sangat sensitive untuk memindahkan gambar pada media yang tipis.

Terkait: sejarah pyrography

Stay Positive! Cheers 😉
==================
Better journal for better life

Sumber: wikipedia, The pyrographytool

Hibrkraft Indonesia
IG: @hibrkraft
WP: hibrkraft.wordpress.com

Note: This is a scheduled content
==================

NYK: Sejarah Pyrography

SED.jpgPyrography atau kita sebut juga woodburn adalah seni melukis kayu atau kulit dengan ‘membakarkan’ desain pada permukaan material menggunakan ‘pena’ api yang dipanaskan. Pyrography diambil dari bahasa Yunani yaitu pur (api) dan graphos (menulis) yang berarti menulis dengan api.

Robert Boyer, seorang pyrographer, menduga bahwa pyrography merupakan seni yang berasal dari masa prasejarah karena pada masa itu menggambar adalah salah satu cara untuk bercerita dan berkomunikasi. Kala itu manusia purba menggambar bentuk, pola dan desain menggunakan sisa-sisa pembakaran pada dinding. Kemudian manusia berkembang mulai menggunakan batu, lalu logam untuk mengikis kayu hangus. Dengan munculnya logam, maka diproduksilah alat-alat pyrography. Hasilnya lebih banyak artefak permanen yang telah dibuat manusia pada media kulit, kayu, dan tulang dengan menggunakan logam yang dipanaskan langsung dari api.

Seni melukis ini telah dipraktekkan oleh berbagai suku budaya termasuk orang-orang Mesir dan beberapa suku di Afrika. Pyrography adalah seni rakyat tradisional diberbagai belahan Eropa termasuk Romania, Hungaria, serta beberapa daerah di Amerika Selatan. Pada masa Dinasti Han di Tiongkok, pyrography dikenal sebagai sulaman jarum api.

Stay Positive! Cheers 😉
==================
Better journal for better life

Sumber: wikipedia, The pyrographytool

Hibrkraft Indonesia
IG: @hibrkraft
WP: hibrkraft.wordpress.com

Note: This is a scheduled content
==================