Penggunaan fountain pen mungkin bisa untuk mengurangi stress fisiologis dari menulis, dan menjadi alternative untuk penderita arthritis. Beberapa orang juga percaya bahwa penggunaan fountain pen dapat meningkatkan kinerja akademik. Di beberapa negara, penggunaan pena ini juga diwajibkan dimulai dari kelas dasar untuk mengajarkan anak-anak mengontrol tulisan mereka supaya lebih baik.

Menurut kami, kelebihan fountain pen adalah:

  1. Tidak perlu menekan pena saat menulis
  2. Tebal tipis garis yang dikehendaki dapat diatur
  3. Terlihat elegan dan berkelas saat menggunakannya

Kekurangannya menurut kami adalah:

  1. Kamu harus terbiasa dengan gerakan mengayun saat menggunakan fountain pen
  2. Tinta harus sering dicek agar tidak kehabisan saat diperlukan
  3. Beberapa fountain pen tidak memiliki fitur ink control sehingga pada beberapa kasus tinta akan meluber
  4. Fountain pen memiliki ujung nib yang mudah rusak jika penggunaannya salah
  5. Harga fountain pen relatif mahal

NYK: Kapan pakai fountain pen?

Fountain pen sering dianggap sebagai barang mewah dan simbol dari status seseorang. Biasanya fountain pen digunakan untuk menandatangani dokumen penting atau sejenisnya. Pena ini bisa juga digunakan untuk menulis sehari-hari seperti halnya balpoin biasa. Banyak juga pena yang biasa dijual di Eropa dan China yang penggunaannya sekali pakai tapi kualitasnya baik dan harganya tidak terlalu mahal, contohnya Pilot Varsity.

kelebihan writing-1209121_960_720

Fountain pen bisa digunakan untuk keperluan artistik seperti mengekspresikan tulisan tangan, kaligrafi,  juga seni dan desain professional. Biasanya fountain pen juga digunakan untuk menandatangani dokumen penting atau sejenisnya. Pena ini bisa juga digunakan untuk menulis sehari-hari seperti halnya balpoin biasa. Penggunanya menyukai karakteristik desain elegan yang tak lekang waktu, keindahan, serta perasaan halus saat digunakan. Ketika kita terbiasa menggunakan fountain pen kemudian beralih menggunakan bolpen, ada rasa aneh yang tidak biasa karena harus membiasakan diri untuk menekan bolpen saat menulis.

NYK: Sejarah Fountain Pen

Pena tertua tercatat berasal dari abad ke-10 M. Khalifah dari Mesir menginginkan pena yang mudah dibawa, tidak mengotori tangan dan baju mereka. Maka dibuatlah pena yang mempunya kantong tinta didalammnya.

Hak paten pertama terhadap Fountain Pen dikeluarkan pada tanggal 25 May 1827 oleh pemerintah Perancis. Penciptanya adalah orang Rumania bernama Petrache Poenaru. Ia membuat fountain pen pertama dengan laras yang terbuat bulu angsa besar. Kemudian sejak tahun 1850-an berbagai hak paten yang berkaitan dengan pulpen ini diajukan dan produksinya makin meningkat. Namun, pulpen tidak lantas populer begitu saja. Pulpen baru menjadi alat tulis populer ketika  ditemukan mata pena emas berujung iridium, karet keras dan tinta yang mengalir lancar.

Tahun 1880an merupakan tahun dimana produksi pulpen mulai dilakukan besar-besaran. Produsen terbesar di Amerika Serikat saat itu adalah Waterman (New York) dan Wirt (Pennsylvania). Hingga awal tahun 1920-an, Waterman masih populer.  Saat itu, desain yang digunakan adalah desain Poenaru dimana untuk meneteskan tinta harus menggunakan pipet ke dalam tempat tintanya. Cara itu sangat tidak rapid an sulit. Kemudian akhirnya sekitar abad ke 20, berhasil ditemukan pulpen yang dapat diisi tanpa harus membuka tempat tinta.

Pulpen masih populer antara tahun 1940-an dan 1950-an. Pulpen diproduksi dengan aneka warna dan model. Bolpen sudah ditemukan tapi harganya masih mahal dan tinta terkadang macet atau bocor. Tahun 1960-an, teknologi bolpen semakin maju dan akhinya menggantikan pulpen untuk penggunaan sehari-hari.

NYK: Apa itu fountain pen?

Fountain pen biasanya kita sebut dengan nama pulpen tinta. Berbeda dengan bolpoin, ujung dari pulpen ini berbentuk tajam yang dilengkapi pegangan berisi kantong tinta yang dapat diisi ulang,  Tinta yang digunakan adalah tinta berbasis air. Prinsipnya, tinta dapat dimasukkan dari botol tinta ke dalam kantong tinta melalui mata pena dengan menggunakan. Untuk menggunakan pulpen tidak perlu ditekan karena tinta akan mengalir dengan sendirinya.

fountain pen parker

Beberapa pena dihargai sebagai sebuah karya seni. Desain dan ornamennya dibuat sangat apik, menggunakan logam mulia dan perhiasan. Penggemar pena ini mengumpulkan dan menggunakan pena antic dan modern. Mereka juga saling bertukar informasi mengenai tinta, botol tinta dan lainnya, baik yang antik maupun modern. Kolektor mengumpulkan pena antic untuk dipajang dalam lemari kaca tertutup

NYK: Gaya berbusana jaman kerajaan

Pakaian adalah salah satu dari 3 kebutuhan utama manusia. Pakaian bisa menunjukkan kepribadian dan jati diri pemakainya. Pada jaman kerajaan,  strata manusia terlihat dari pakaian yang digunakannya. Orang yang memiliki status sosial tinggi biasanya mengenakan pakaian dan aksesoris yang lebih megah untuk menegaskan status mereka. Pada daerah tertentu, pakaian merupakan barang mewah tapi mereka tetap menggunakan sedikit pakaian. Orang yang berkasta tinggi akan menggunakan lebih bnayak pakaian. Pakaian juga bisa menunjukkan kekuasaan.

Yuk lihat contoh gaya berbusana di beberapa kerajaan di dunia:

King and Queen of Shilla

Busana King and Queen of Shilla (Korea)

Bangsa Etruria di Italia (Romawi)

Busana Etruria

Yunani

Jermanik

Busana Jermanik

NYK: Kerajaan pertama di Indonesia

Kerajaan Kutai (305 – 1605 M)  yang berada di hulu sungai Mahakam Kalimatan Timur diyakini sebagai kerajaan tertua di Indonesia. Hal itu diyakini oleh penemuan tujuh buah batu tulis ( Prasasti Yupa) yang ditulis dengan huruf Pallawa dan berbahasa Sansekerta yang diperkirakan berasal dari tahun 400 M. Tujuh Prasasti tersebut menjadi sumber informasi mengenai kerajaan Kutai. Tidak ada prasasti yang menyebutkan nama jelas kerajaan ini, namun para ahli memutuskan untuk mengambil nama dari tempat prasasti ditemukan.

Raja pertama Kerajaan Kutai adalah Kudungga, lalu dilajutkan dengan putranya yang bernama Aswawarman dan mencapai puncak kejayaan pada pemerintahan Mulawarman.Pada prasasti Yupa diceritakan bahwa Mulawarman adalah raja yang baik, kuat, kuasa serta dermawan. Kerajaan Kutai runtuh pada saat Raja Kutai yang bernama Maharaja Dharma Setia tewas dalam perang dengan Kerajaan Kutai Kartanegara. Kerajaan Kutai dan Kerajaan Kutai Kartanegara adalah dua kerajaan yang berbeda namun masih terletak di Sungai Mahakam. Hal itu menimbulkan friksi dan terjadilah peperangan yang mengakibatkan keruntuhan Kutai.

Ada beberapa sumber menyebutkan bahwa Kutai bukan kerajaan tertua di Indonesia. Tersebutlah Kerajaan Salakanagara. Berdasarkan Naskah Wangsakerta  – Pustaka Rajyarajya I Bhumi Nusantara, dijelaskan bahwa kerajaan Salakanagara berdiri pada tahun 130 M. Hal itu berarti jauh sebelum kerajaan Kutai yang berdiri pada abad ke-4.

Pendiri kerajaan Salakanagara adalah Dewawarman. Ia adalah seroang duta keliling, pedangang sekaligus perantau dari Pallawa, Bharata (India). Salakanagara beribukota di Rajatapura hingga tahun 362M dan menjadi pusat pemerintahan Raja. Pada tahaun 363M, Salakanagara berada dibawah kekuasaan Tarumanagara. Pendiri  Tarumanagara adalah Jayasingawarman yang merupakan menantu Raja Dewawarman VIII.

Namun, masih terjadi perdebatan apakah Naskah Wangsakerta ini asli atau palsu karena naskahnya terlalu bersifat sejarah tidak seperti naskah sejarah pada umumnya seperti babad, kidung, hikayat, tambo, dan carita.Selain itu juga ada dugaan bahwa penyusun naskah sudah membaca karya sarjana barat.

Berbagai sumber

NYK: Sejarah Monarki/Kerajaan

Kerajaan  atau Monarki adalah bentuk pemerintahan paling umum di dunia dari awal peradaban hingga abad ke-19.  Kerajaan  biasanya dipimpin oleh raja atau ratu. Kerajaan pertama didunia yang kita ketahui adalah di Mesir dan Bangsa Sumerian. Kedua Kerajaan tersebut diperkirakan ada sekitar tahun 3000 SM. Beberapa contoh tempat lainnya yang dipimpin oleh seorang Raja adalah Yunani pada 1600 – 1100SM, bangsa Etruria  di Italia Utara termasuk Roma pada tahun 700 – 500 SM, Tiongkok pada masa Periode Negara Berperang (430 – 221SM),  kerajaan abad pertengahan awal Eropa Barat seperti bangsa Visigoth, bangsa Vandal dan bangsa Franks, Afrika seperti Ethiopia dan Mali, dan kerajaan abad pertengahan (Kristen dan Islam) di Prancis, Inggris, dan Spanyol.  Banyak negara masih memiliki raja dan ratu hingga saat ini. Sejarah dunia membuktikan bahwa peradaban negara manapun dibentuk oleh kerajaan.

sejarah monarki.jpg

Pada abad pertengahan, meskipun pemimpin laki-laki masih banyak berkuasa tetapi ada juga pemimpin wanita. Wanita-wanita itu adalah pemimpin dan penguasa negara. Contohnya adalah Mesir yang dipimpin oleh  Cleopatra dan Byzantine Empire dipimpin oleh Irene. Ada juga wanita yang memimpin Prancis Selatan yaitu Eleanor, Kastil di Spanyol yaitu Isabelle, Pemimpin Kerajaan Kush di Afrika, Kaisar wanita Lu dan Wu Chao di Tiongkok.

Dinasti kerajaan telah mendominasi negara diseluruh dunia. Apapun sebutan pemimpinnya, kerajaan telah membentuk institusi, agama dan budaya pada periode pemerintahannya. Konsep dari kerajaan telah berlangsung dari masa prasejarah dan berkembang selama berabad-abad hingga saat ini. Usaha untuk menggulingkan kerajaan atau menyingkirkan kekuasaan kerajaan seperti Revolusi Amerika, Perancis, Tiongkok maupun Rusia adalah titik balik dalam sejarah dunia. Bahkan hingga saat ini banyak negara yang masih mempertahankan kerajaan mereka meskipun kekuatan politiknya sudah berkurang.

Pada abad ke 18, kekuasaan raja yang mutlak dianggap tidak sesuai dan banyak menimbulkan ketidakadilan. Revolusi Perancis memusnahkan kekuasaan raja yang mutlak di Prancis. Pecahnya Perang Dunia I juga meruntuhkan keluarga kerajaan di Rusia, Jerman, dan Austria-Hungaria. Dinasty Manchu di China jatuh pada tahun 1912. Kekaisaran Jepang ditinggalkan setelah Perang Dunia II.

Saat ini, ini bentuk pemerintahan kerajaan  itu tidak begitu lazim. Pemerintahan monarki berubah menjadi republic.  Saat ini ada 12 Kerajaan di Eropa yaitu Kerajaan Andora, Kerajaan Belgia, Kerajaan Denmark, Kerajaan Liechtenstein, Kerajaan Luxemburg, Kerajaan Monaco, Kerajaan Belanda, Kerajaan Norwegia, Kerajaan Spanyol, Kerajaan Swedia, Kerajaan Inggris Raya dan Irlandia Utara, serta Kerajaan Vatikan. Sebagian besar kerajaan di Eropa berbentuk Monarki Konstitusional dimana Raja tidak ikut campur dalam politik dan pemerintahannya.

Di Asia, negara yang masih menganut sistem monarki konstitusional diataranya adalah  Thailand, Jepang, Kamboja. Malaysia dan Uni Emirat Arab menganut sistem monarki konstitusional Federal.

Source: http://www.nobility-association.com/monarchyhistory.htm