The Feynman Technique

Richard Feyman adalah seorang fisikawan peraih Nobel Fisika 1965. Feynman terkenal dengan julukan “Great Explainer” karena kemampuannya menjelaskan topic berat seperti Fisika kuantum kepada siapa saja. Feynman mampu menjelaskan hal yang kompleks dalam istilah yang sederhana.

“The person who says he knows what he thinks but cannot express it usually does not know what he thinks.” – Mortimer J Adler

Teknik Feynman pertama kali dijelaskan dalam buku biography  “Genius: The Life and Science of Richard Feynman” yang ditulis oleh James Gleick pada tahun 1993. Didalam buku tersebut, Gleick menjelaskan bagaimana Feynman menguasai bahan ujiannya di Princeton Uni.

“He opened a fresh notebook. On the title page he wrote: NOTEBOOK OF THINGS I DON’T KNOW ABOUT. For the first but not last time he reorganized his knowledge. He worked for weeks at disassembling each branch of physics, oiling the parts, and putting them back together, looking all the while for the raw edges and inconsistencies. He tried to find the essential kernels of each subject.” Tulis Gleick.

 

1149992_L
pixabay.com

 

Feynman Technique adalah cara sederhana dan efektif untuk mempelajari hal baru dan juga berguna untuk mengidentifikasi celah dari ilmu yang kita miliki. Tujuan dari Feynman Technique adalah agar mampu memahami dan menjelaskan ke orang lain dengan menggunakan bahasa sendiri yang mudah dipahami.

Berikut ini adalah 4 langkah belajar dengan menggunakan metode Feynman:

  1. Tulis topik atau konsep yang ingin kamu pahami

Tulislah apa ingin kamu ketahui dari topik tersebut di buku catatan. Setiap kamu belajar hal terbaru mengenai topik yang sama, tambahkan ke dalam catatanmu.

  1. Jelaskan topik atau konsep itu kepada dirimu sendiri

Tulis apa yang kamu ketahui dari topik tersebut. Pastikan kamu bisa menjelaskan topik tersebut dalam istilah yang sederhana. Jelaskan apapun yang kamu ketahui dan jelaskan pada dirimu sendiri sambil menuliskannya pada buku catatan.

  1. Fill the gap

Ketika kamu sedang menjelaskan topik tersebut dan tiba-tiba mentok, pelajari lagi referensi kamu sampai merasa cukup dan yakin bahwa kamu bisa menjelaskan sejelas-jelasnya.  Carilah jawaban yang tidak kamu ketahui.

  1. Gunakan bahasa dan analogi yang sederhana.

Jika penjelasan kamu ribet dan membingungkan, artinya kamu belum mengerti topik tersebut dengan baik. Cobalah gunakan bahasa sederhana yang mudah dipahami.

 

Metode ini lumayan efektif jika kita ingin mempelajari satu konsep secara mendalam, mempelajari ide-ide baru, memahami lebih baik topik yang ingin kita mengerti, mengingat-ingat sebuah topik, dan belajar untuk tes. Metode ini dapat diterapkan siapapun.

Kalau kamu tertarik untuk menggunakan metode ini, coba siapkan kertas, pensil, dan buku. Lalu lakukan seperti langkah-langkah diatas. Siapa tahu dengan mencoba metode diatas kamu bisa dapat lebih mengerti materi yang tidak kamu pahami sebelumnya. Selamat belajar!

Referensi: https://curiosity.com/topics/learn-anything-in-four-steps-with-the-feynman-technique-curiosity/

Menulis Jurnal

Menulis jurnal adalah salah satu kegiatan untuk berekspresi dan  membantu kita memilah-milah pikiran supaya beraturan di kepala kita. Menulis jurnal biasanya dilakukan oleh orang yang sedang mengalami masalah dan membutuhkan tempat untuk mengembangkan pikiran mereka.  Menulis jurnal juga memudahkan kita untuk mengingat momen-momen kecil berharga yang sayang sekali kalau kita lupakan dimasa depan nanti.

Writing is an antidote for lonelisness – Steven Berkoff

Menulis jurnal bukanlah hal baru. Jauh sebelum adanya kelas menulis kreatif dan harus menggunakan jurnal, para ilmuwan telah mencatatkan hasil pengamatan dan penelitiannya dalam jurnal. Dalam kegiatan sosial dan perawatan, jurnal juga digunakan selama masa magang untuk mencatat perkembangan diri dan pengamatan yang dilakukan.

 

2562345_L
pixabay.com

 

Jurnal adalah sebuah alat untuk membantu mengembangkan kemampuan manusia untuk mengamati sekitar secara kritis dan membuat penilaian yang tepat mengenai apa yang kita dengar dan lihat.  Banyak pelajar yang merasa menulis atau menggambar pada sebuah jurnal sangat membantu mereka untuk merencanakan ide, pertanyaan, dan menyimpan informasi.  Sebuah jurnal menyediakan ruang yang aman untuk pelajar menumpahkan isi pikiran dan perasaan. Guru atau orang tua dapat menggunakan jurnal untuk memahami apa yang anak ketahui, apa yang tidak ia ketahui, apa yang susah dimengerti dan bagaimana pemikiran mereka berubah dari waktu ke waktu.

Sejarah menulis jurnal

Kegiatan menulis jurnal sudah ada pada tahun 56 Masehi di China, sementara di dunia barat menulis jurnal menjadi hal yang biasa pada masa Renaissance (1300-1700) ketika citra diri menjadi penting. Pada abad ke-10 di Jepang, wanita-wanita di istana menggunakan ‘ pillowbooks’ untuk mencatat mimpi dan pemikiran mereka lewat puisi dan  gambar.

Pengembara di Timur dan Barat menggunakan jurnal untuk mencatat perjalanan mereka. Penulis dari Timur memadukan gambar dan puisi pada tulisan mereka, sementara penulis dari barat lebih menuliskan fakta, detail tempat dan orang-orang yang mereka temui dalam perjalanan mereka. Catatan pengembara laut dari Inggris seperti James Cook dan William Bligh  akhirnya dipublikasikan dan dijadikan ilmu pengetahuan bagi kapten angkatan laut lainnya.

Pada akhir tahun 1960an dan awal 1970an, jurnal menjadi alat penting dalam kelas penulisan untuk mencatat tulisan bebas, catatan hasil brainstorming, catatan riset dan membangun topik. Diluar kelas penulisan, banyak wanita yang menggunakan jurnal untuk menuliskan ide, pikiran, perasaan, dan pengamatan. Menulis jurnal juga menjadi salah satu alat dalam psikoterapi, jadi pasien dapat  mencatat apa isi pikiran mereka sebelum pertemuan sehingga bisa mempercepat waktu pengobatan mereka.

Diary dan Journal

Diary dan Journal adalah sinonim namun ada sedikit perbedaan diantara keduanya.  Diary  adalah catatan pribadi yang lebih personal menenai peristiwa harian yang terjadi pada kita.  Sedangkan jurnal bisa berarti catatan umum atau logbook yang lebih teknikal.

Pada masa sekarang, jurnal juga digunakan untuk mencatat liburan, mimpi dan tujuan kita. Siapa saja bisa menulis jurnal dimana saja. Seorang penulis bernama menyatakan bahwa jurnal yang bagus adalah jurnal yang memuat pengamatan, pertanyaan (lebih banyak pertanyaan daripada jawaban), spekulasi, self-awareness, digression, sitesis, revisi, dan informasi. Bahasa yang digunakan juga informal dan menggunakan kata ganti orang pertama.

Tipe-tipe menulis jurnal

Menulis jurnal itu bisa dilakukan berbagai cara dan biasanya akan berbeda tiap individu sesuai dengan keinginannya. Berikut ini adalah beberapa cara bagaimana orang-orang menuliskan jurnalnya

  1. Written journaling
  2. Membuat daftar
  3. Mindmaps / brainstorms
  4. Bullet journaling
  5. Puisi
  6. Surat yang tidak terkirim
  7. Apapun dalam bentuk tulisan
  8. Art journaling

Biasanya orang akan menggunakan pencil, crayon, pensil berwarna, tinta, cap, foto, stiker, cat air

  1. Kombinasi dari kedua diatas

Menulis jurnal bisa dilakukan pada pagi hari, siang, sore, tengah malam, atau kapapun ketika kamu mau. Kita bisa menulis, terus berhenti tengah jalan lalu kembali lagi menulis beberapa hari kemudian.

Tujuan menulis jurnal

Tiap orang punya cara dan tujuan yang berbeda dalam menulis jurnal. Tujuan dari menulis jurnal diantaranya adalah

  1. Bentuk untuk mengekspresikan diri
  2. Jalan untuk menghubungkan kita dengan diri kita sendiri dengan lebih mendalam dan bijak
  3. Jalan untuk menghubungkan kita dengan Tuhan
  4. Jalan untuk memproses emosi
  5. Tempat untuk menjelajahi mimpi dan tujuan dimasa depan
  6. Tempat untuk menuliskan kegiatan, janji, tujuan atau lainnya
  7. Tempat untuk menuliskan quotes favorit maupun lirik favorit
  8. Jalan dan tempat untuk kita belajar mengenai siapa diri kita dan apa yang kita inginkan
  9. Sebuah tempat untuk bermain dengan warna, bahasa atau apapun yang kita sukai

Menulis jurnal ini bisa dalam berbagai maksud. Kita diberi kebebasan dalam menulis jurnal. Tidak ada rules yang mengikat. Yang terpenting adalah kita nyaman serta kegiatan ini membawa manfaat untuk diri kita sendiri.

 

Referensi: http://ezinearticles.com/?History-of-Journaling&id=321401

https://www.facinghistory.org/resource-library/teaching-strategies/journals-facing-history-classroom

http://www.jenmorriscreative.com/journaling-vs-morning-pages/

 

 

Penggunaan fountain pen mungkin bisa untuk mengurangi stress fisiologis dari menulis, dan menjadi alternative untuk penderita arthritis. Beberapa orang juga percaya bahwa penggunaan fountain pen dapat meningkatkan kinerja akademik. Di beberapa negara, penggunaan pena ini juga diwajibkan dimulai dari kelas dasar untuk mengajarkan anak-anak mengontrol tulisan mereka supaya lebih baik.

Menurut kami, kelebihan fountain pen adalah:

  1. Tidak perlu menekan pena saat menulis
  2. Tebal tipis garis yang dikehendaki dapat diatur
  3. Terlihat elegan dan berkelas saat menggunakannya

Kekurangannya menurut kami adalah:

  1. Kamu harus terbiasa dengan gerakan mengayun saat menggunakan fountain pen
  2. Tinta harus sering dicek agar tidak kehabisan saat diperlukan
  3. Beberapa fountain pen tidak memiliki fitur ink control sehingga pada beberapa kasus tinta akan meluber
  4. Fountain pen memiliki ujung nib yang mudah rusak jika penggunaannya salah
  5. Harga fountain pen relatif mahal

NYK: Kapan pakai fountain pen?

Fountain pen sering dianggap sebagai barang mewah dan simbol dari status seseorang. Biasanya fountain pen digunakan untuk menandatangani dokumen penting atau sejenisnya. Pena ini bisa juga digunakan untuk menulis sehari-hari seperti halnya balpoin biasa. Banyak juga pena yang biasa dijual di Eropa dan China yang penggunaannya sekali pakai tapi kualitasnya baik dan harganya tidak terlalu mahal, contohnya Pilot Varsity.

kelebihan writing-1209121_960_720

Fountain pen bisa digunakan untuk keperluan artistik seperti mengekspresikan tulisan tangan, kaligrafi,  juga seni dan desain professional. Biasanya fountain pen juga digunakan untuk menandatangani dokumen penting atau sejenisnya. Pena ini bisa juga digunakan untuk menulis sehari-hari seperti halnya balpoin biasa. Penggunanya menyukai karakteristik desain elegan yang tak lekang waktu, keindahan, serta perasaan halus saat digunakan. Ketika kita terbiasa menggunakan fountain pen kemudian beralih menggunakan bolpen, ada rasa aneh yang tidak biasa karena harus membiasakan diri untuk menekan bolpen saat menulis.

NYK: Sejarah Fountain Pen

Pena tertua tercatat berasal dari abad ke-10 M. Khalifah dari Mesir menginginkan pena yang mudah dibawa, tidak mengotori tangan dan baju mereka. Maka dibuatlah pena yang mempunya kantong tinta didalammnya.

Hak paten pertama terhadap Fountain Pen dikeluarkan pada tanggal 25 May 1827 oleh pemerintah Perancis. Penciptanya adalah orang Rumania bernama Petrache Poenaru. Ia membuat fountain pen pertama dengan laras yang terbuat bulu angsa besar. Kemudian sejak tahun 1850-an berbagai hak paten yang berkaitan dengan pulpen ini diajukan dan produksinya makin meningkat. Namun, pulpen tidak lantas populer begitu saja. Pulpen baru menjadi alat tulis populer ketika  ditemukan mata pena emas berujung iridium, karet keras dan tinta yang mengalir lancar.

Tahun 1880an merupakan tahun dimana produksi pulpen mulai dilakukan besar-besaran. Produsen terbesar di Amerika Serikat saat itu adalah Waterman (New York) dan Wirt (Pennsylvania). Hingga awal tahun 1920-an, Waterman masih populer.  Saat itu, desain yang digunakan adalah desain Poenaru dimana untuk meneteskan tinta harus menggunakan pipet ke dalam tempat tintanya. Cara itu sangat tidak rapid an sulit. Kemudian akhirnya sekitar abad ke 20, berhasil ditemukan pulpen yang dapat diisi tanpa harus membuka tempat tinta.

Pulpen masih populer antara tahun 1940-an dan 1950-an. Pulpen diproduksi dengan aneka warna dan model. Bolpen sudah ditemukan tapi harganya masih mahal dan tinta terkadang macet atau bocor. Tahun 1960-an, teknologi bolpen semakin maju dan akhinya menggantikan pulpen untuk penggunaan sehari-hari.

NYK: Apa itu fountain pen?

Fountain pen biasanya kita sebut dengan nama pulpen tinta. Berbeda dengan bolpoin, ujung dari pulpen ini berbentuk tajam yang dilengkapi pegangan berisi kantong tinta yang dapat diisi ulang,  Tinta yang digunakan adalah tinta berbasis air. Prinsipnya, tinta dapat dimasukkan dari botol tinta ke dalam kantong tinta melalui mata pena dengan menggunakan. Untuk menggunakan pulpen tidak perlu ditekan karena tinta akan mengalir dengan sendirinya.

fountain pen parker

Beberapa pena dihargai sebagai sebuah karya seni. Desain dan ornamennya dibuat sangat apik, menggunakan logam mulia dan perhiasan. Penggemar pena ini mengumpulkan dan menggunakan pena antic dan modern. Mereka juga saling bertukar informasi mengenai tinta, botol tinta dan lainnya, baik yang antik maupun modern. Kolektor mengumpulkan pena antic untuk dipajang dalam lemari kaca tertutup

NYK: Gaya berbusana jaman kerajaan

Pakaian adalah salah satu dari 3 kebutuhan utama manusia. Pakaian bisa menunjukkan kepribadian dan jati diri pemakainya. Pada jaman kerajaan,  strata manusia terlihat dari pakaian yang digunakannya. Orang yang memiliki status sosial tinggi biasanya mengenakan pakaian dan aksesoris yang lebih megah untuk menegaskan status mereka. Pada daerah tertentu, pakaian merupakan barang mewah tapi mereka tetap menggunakan sedikit pakaian. Orang yang berkasta tinggi akan menggunakan lebih bnayak pakaian. Pakaian juga bisa menunjukkan kekuasaan.

Yuk lihat contoh gaya berbusana di beberapa kerajaan di dunia:

King and Queen of Shilla

Busana King and Queen of Shilla (Korea)

Bangsa Etruria di Italia (Romawi)

Busana Etruria

Yunani

Jermanik

Busana Jermanik

NYK: Kerajaan pertama di Indonesia

Kerajaan Kutai (305 – 1605 M)  yang berada di hulu sungai Mahakam Kalimatan Timur diyakini sebagai kerajaan tertua di Indonesia. Hal itu diyakini oleh penemuan tujuh buah batu tulis ( Prasasti Yupa) yang ditulis dengan huruf Pallawa dan berbahasa Sansekerta yang diperkirakan berasal dari tahun 400 M. Tujuh Prasasti tersebut menjadi sumber informasi mengenai kerajaan Kutai. Tidak ada prasasti yang menyebutkan nama jelas kerajaan ini, namun para ahli memutuskan untuk mengambil nama dari tempat prasasti ditemukan.

Raja pertama Kerajaan Kutai adalah Kudungga, lalu dilajutkan dengan putranya yang bernama Aswawarman dan mencapai puncak kejayaan pada pemerintahan Mulawarman.Pada prasasti Yupa diceritakan bahwa Mulawarman adalah raja yang baik, kuat, kuasa serta dermawan. Kerajaan Kutai runtuh pada saat Raja Kutai yang bernama Maharaja Dharma Setia tewas dalam perang dengan Kerajaan Kutai Kartanegara. Kerajaan Kutai dan Kerajaan Kutai Kartanegara adalah dua kerajaan yang berbeda namun masih terletak di Sungai Mahakam. Hal itu menimbulkan friksi dan terjadilah peperangan yang mengakibatkan keruntuhan Kutai.

Ada beberapa sumber menyebutkan bahwa Kutai bukan kerajaan tertua di Indonesia. Tersebutlah Kerajaan Salakanagara. Berdasarkan Naskah Wangsakerta  – Pustaka Rajyarajya I Bhumi Nusantara, dijelaskan bahwa kerajaan Salakanagara berdiri pada tahun 130 M. Hal itu berarti jauh sebelum kerajaan Kutai yang berdiri pada abad ke-4.

Pendiri kerajaan Salakanagara adalah Dewawarman. Ia adalah seroang duta keliling, pedangang sekaligus perantau dari Pallawa, Bharata (India). Salakanagara beribukota di Rajatapura hingga tahun 362M dan menjadi pusat pemerintahan Raja. Pada tahaun 363M, Salakanagara berada dibawah kekuasaan Tarumanagara. Pendiri  Tarumanagara adalah Jayasingawarman yang merupakan menantu Raja Dewawarman VIII.

Namun, masih terjadi perdebatan apakah Naskah Wangsakerta ini asli atau palsu karena naskahnya terlalu bersifat sejarah tidak seperti naskah sejarah pada umumnya seperti babad, kidung, hikayat, tambo, dan carita.Selain itu juga ada dugaan bahwa penyusun naskah sudah membaca karya sarjana barat.

Berbagai sumber

NYK: Sejarah Monarki/Kerajaan

Kerajaan  atau Monarki adalah bentuk pemerintahan paling umum di dunia dari awal peradaban hingga abad ke-19.  Kerajaan  biasanya dipimpin oleh raja atau ratu. Kerajaan pertama didunia yang kita ketahui adalah di Mesir dan Bangsa Sumerian. Kedua Kerajaan tersebut diperkirakan ada sekitar tahun 3000 SM. Beberapa contoh tempat lainnya yang dipimpin oleh seorang Raja adalah Yunani pada 1600 – 1100SM, bangsa Etruria  di Italia Utara termasuk Roma pada tahun 700 – 500 SM, Tiongkok pada masa Periode Negara Berperang (430 – 221SM),  kerajaan abad pertengahan awal Eropa Barat seperti bangsa Visigoth, bangsa Vandal dan bangsa Franks, Afrika seperti Ethiopia dan Mali, dan kerajaan abad pertengahan (Kristen dan Islam) di Prancis, Inggris, dan Spanyol.  Banyak negara masih memiliki raja dan ratu hingga saat ini. Sejarah dunia membuktikan bahwa peradaban negara manapun dibentuk oleh kerajaan.

sejarah monarki.jpg

Pada abad pertengahan, meskipun pemimpin laki-laki masih banyak berkuasa tetapi ada juga pemimpin wanita. Wanita-wanita itu adalah pemimpin dan penguasa negara. Contohnya adalah Mesir yang dipimpin oleh  Cleopatra dan Byzantine Empire dipimpin oleh Irene. Ada juga wanita yang memimpin Prancis Selatan yaitu Eleanor, Kastil di Spanyol yaitu Isabelle, Pemimpin Kerajaan Kush di Afrika, Kaisar wanita Lu dan Wu Chao di Tiongkok.

Dinasti kerajaan telah mendominasi negara diseluruh dunia. Apapun sebutan pemimpinnya, kerajaan telah membentuk institusi, agama dan budaya pada periode pemerintahannya. Konsep dari kerajaan telah berlangsung dari masa prasejarah dan berkembang selama berabad-abad hingga saat ini. Usaha untuk menggulingkan kerajaan atau menyingkirkan kekuasaan kerajaan seperti Revolusi Amerika, Perancis, Tiongkok maupun Rusia adalah titik balik dalam sejarah dunia. Bahkan hingga saat ini banyak negara yang masih mempertahankan kerajaan mereka meskipun kekuatan politiknya sudah berkurang.

Pada abad ke 18, kekuasaan raja yang mutlak dianggap tidak sesuai dan banyak menimbulkan ketidakadilan. Revolusi Perancis memusnahkan kekuasaan raja yang mutlak di Prancis. Pecahnya Perang Dunia I juga meruntuhkan keluarga kerajaan di Rusia, Jerman, dan Austria-Hungaria. Dinasty Manchu di China jatuh pada tahun 1912. Kekaisaran Jepang ditinggalkan setelah Perang Dunia II.

Saat ini, ini bentuk pemerintahan kerajaan  itu tidak begitu lazim. Pemerintahan monarki berubah menjadi republic.  Saat ini ada 12 Kerajaan di Eropa yaitu Kerajaan Andora, Kerajaan Belgia, Kerajaan Denmark, Kerajaan Liechtenstein, Kerajaan Luxemburg, Kerajaan Monaco, Kerajaan Belanda, Kerajaan Norwegia, Kerajaan Spanyol, Kerajaan Swedia, Kerajaan Inggris Raya dan Irlandia Utara, serta Kerajaan Vatikan. Sebagian besar kerajaan di Eropa berbentuk Monarki Konstitusional dimana Raja tidak ikut campur dalam politik dan pemerintahannya.

Di Asia, negara yang masih menganut sistem monarki konstitusional diataranya adalah  Thailand, Jepang, Kamboja. Malaysia dan Uni Emirat Arab menganut sistem monarki konstitusional Federal.

Source: http://www.nobility-association.com/monarchyhistory.htm

NYK: Mengenal Monarki

Kata Monarki berasal dari bahasa Yunani yaitu monos (satu) dan archein (pemerintahan) yang berarti merujuk pada satu pemerintahan. Monarki juga bisa diartikan sebagai penguasa mutlak dalam suatu bangsa atau negara. Monarki juga dikenal sebagai Kerajaan. Monarki ini mendukung sistem kerajaan sebagai sebuah bentuk pemerintahan dalam suatu negara. Pada masa ini, penggunaan kata monarki biasanya merujuk pada sistem tradisional dimana kekuasaan diturunkan kepada keturunannya.

monarki.jpg

Monarki adalah sebuah bentuk pemerintahan dimana sebuah negara dipimpin oleh penguasa monarki. Penguasa Monarki itu adalah Raja, Ratu, Kaisar, Sultan, Paus, atau Khalifah. Penguasa monarki biasanya mewarisi tahta keturunan penguasa sebelumnya. Selain dari ketururan, penguasa monarki juga bisa dipilih melalui pemilihan. Namun pemilihannya tidak terlepas dari keluarga kerajaan atau aliran darah. Saat ini, gelar penguasa monarki pada beberapa negara tidak memiliki arti politik karena negara berubah menjadi republik, namun gelar akan tetap diwariskan.
Jenis Monarki adalah Monarki Mutlak dan Monarki Konstitusional. Pada Monarki Mutlak, seorang raja memiliki kuasa penuh pada negara dan pemerintahannya. Raja memiliki hak untuk membuat, mengubah, atau menyetujui undang-undang tanpa persetujuan dari legislatif maupun rakyatnya. Masa jabatan raja pada Monarki Mutlak ini belaku seumur hidup. Contoh negara yang menggunakan bentuk pemerintahan ini adalah Arab Saudi.
Pada sistem pemerintahan Monarki Konstitusional, Raja berperan sebagai kepala negara dan Perdana Menteri sebagai kepala pemerintahan. Raja sebagai kepala negara memiliki kekuasaan yang terbatas dan segala pemerintahan diurus oleh perdana menteri bersama legislatif. Monarki konstitusional bervariasi pada setiap negara.

==========
Source: http://www.gerbangilmu.com/2015/12/bentuk-pemerintahan-di-dunia-beserta.html